Miliki 22 Bungkus Sabu-Sabu Siap Edar, Mahasiswi Asal Aceh Barat Ditangkap Polisi



SENANDIKAMEDIA -  ACEH BARAT – Seorang mahasiswi berinisial AM (20) berhasil ditangkap pihak kepolisian Satres Narkoba Polres Aceh Barat bersama dengan barang bukti berupa 22 paket sabu-sabu yang sudah dipacking dan siap edar.


Pengungkapan tersebut diungkapkan Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana kepada wartawan, Senin (17/7/2023) yang didampingi oleh Wakapolres Kompol Iswahyudi SH dan Kasat Kasat Res narkoba AKP Erwo Guntoro di Polres setempat.


“Mahasiswi ini ditangkap di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat pada 13 Juni lalu, dan tersangka ini merupakan warga Desa Ie Itam Baroh, Kecamatan Woyla Induk,” ujar Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana.


Dikatakannya, bahwa barang bukti yang diamankan bersama tersangka itu berupa 22 bungkus plastik klip sedang yang diduga berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 122, 32 Gram dan berat bersih 103,64 Gram.


Selain itu juga diamankan 2 tas samping warna hitam, dan 1 unit Hp merek Oppo warna hitam.


Dikatakannya, bahwa kejadian itu berawal dari informasi masyarakat, ada wanita yang curigai di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo diduga memiliki Narkotika jenis sabu-sabu.


Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas dari Satres narkoba Polres Aceh Barat melakukan penyelidikan ke tempat yang diinformasikan tersebut. Sehingga pada Selasa, 13 Juni 2023, sekira Pukul 13.00 Wib berhasil melakukan penangkapan terhadap 1 orang perempuan di pinggir jalan Desa Gunong Kleng yaitu AM.


Berlanjut dari kejadian itu, sewaktu melakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik klip sedang yang diduga berisikan narkotika jenis sabu di tangan AM dan 1 unit Hp merek Oppo warna hitam.


Menindaklanjuti dari penangkapan tersebut juga dilakukan penggeledahan di rumah kost AM di Gunong Kleng, dan lagi petugas menemukan 4 bungkus plastik klip sedang narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam tas samping warna hitam.


Tidak berhenti di situ, selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumahnya di Gampong Ie Itam Baroh dan ditemukan 17 bungkus plastik sedang yang berisikan narkotika jenis sabu di dalam tas samping warna hitam.


Dikatakan Andi Kirana, bahwa diakui oleh AM narkotika jenis sabu tersebut merupakan milik Sdr H yang dititipkan kepada AM, dan AM ini berperan sebagai kurir.


Terkait kasus tersebut, AM dikenakan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) serta pasal 132 ayat (1) juga pasal 131 dari undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.


Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling rendah 6 Tahun penjara dan paling lama 20 Tahun penjara, atau denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.(/)


Sumber:serambi