Politik Identitas Dihindari atau Dijalankan Dengan Semestinya




SENANDIKA MEDIA -ACEH TIMUR - Politik identitas adalah sebuah alat politik yang digunakan oleh suatu kelompok, seperti etnis, suku, budaya, atau agama, untuk mencapai tujuan tertentu. 

Identitas kelompok tersebut dipolitisasi melalui interpretasi ekstrim dengan tujuan mendapatkan dukungan dari orang-orang yang merasa memiliki kesamaan, baik dalam hal ras, etnisitas, agama, maupun elemen perekat lainnya.

 Politik identitas dapat menjadi bentuk perlawanan atau alat untuk menunjukkan jati diri suatu kelompok. Politik identitas sering dikaitkan dengan aktivitas dan gerakan sosial-politik yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mendapatkan pengakuan yang lebih luas dari publik.


Dalam politik identitas, anggota masyarakat berjuang untuk memperoleh pengakuan publik atas unsur budaya atau identitas mereka

 Namun, politik identitas juga dapat menjadi bermasalah jika identitas tersebut disempitkan dan mengabaikan kepentingan yang lebih besar

 Kesalahan dalam mengartikan politik identitas juga dapat mengancam kebebasan berpendapat dan menggantikan diskursus rasional yang diperlukan untuk melestarikan demokrasi.


Politik identitas dapat mencakup berbagai bentuk, aktivitas, gerakan, atau perjuangan yang berhubungan dengan identitas kelompok, seperti ras, suku bangsa, bahasa, adat, gender, atau agama.


Namun, politik identitas juga dapat menjadi sumber kesalahpahaman. Misalnya, politik identitas tidak hanya dapat dimainkan oleh kelompok mayoritas, politik kebangsaan juga dapat mengusung politik identitas, dan tidak setiap politik praktis merupakan politik identitas

Dalam kesimpulannya, politik identitas adalah alat politik yang digunakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan tertentu dengan memanfaatkan unsur-unsur identitas seperti etnis, suku, budaya, atau agama.

 Politik identitas dapat menjadi alat perlawanan atau untuk menunjukkan jati diri kelompok. Namun, politik identitas juga dapat menjadi bermasalah jika identitas tersebut disempitkan atau mengabaikan kepentingan yang lebih besar.

 Kesalahpahaman tentang politik identitas juga perlu dihindari agar tidak mengancam kebebasan berpendapat dan demokrasi. (/)

 ~Reza Nuarif