Toilet Modifikasi Jadi Lokasi Prostitusi Di Lhoksukon, Polisi Sikat Yang Terlibat


SENANDIKA MEDIA - ACEH UTARA - Unit II Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Utara berhasil ungkap kasus perdagangan anak.


Anak dibawah umur dipekerjakan sebagai pekerja seks komersil (Psk) untuk melayani pelangan pria hidung belang yang telah berlangsung sejak Desember 2022 hingga April 2023.


“Kasus eksploitasi anak ini terungkap berdasarkan pengaduan masyarakat dan hasil penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Agus Riwayanto Diputra saat mengelar konferensi pers yang diikuti sebagian Wartawan di Mapolres Aceh Utara, Rabu (19/7).


Agus menyebutkan, dari pengungkapan kasus itu petugas menangkap lima tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) salah satunya anak dibawah umur yang berperan sebagai penyedia tempat.


“Kelima tersangka itu yakni RL (32) sebagai mucikari, IK (17) penyediaan tempat, AN (26), FR (29) dan MZ (49). Ketiganya sebagai pengguna jasa korban,” kata Agus.


Agus menyebutkan tersangka RL (mucikari) telah mengeksploitasi korban dengan cara menawarkan para tersangka, kemudian berkomunikasi dengan IK untuk menyediakan tempat.


“Dari hasil penyelidikan dapat disimpulkan bahwasanya setia persetubuhan ini korban diberikan uang 200 ribu hingga 600 ribu. Sedangkan korban memberikan uang kepada penyedia tempat 50 ribu,” kata Agus.


Berdasarkan keterangan korban, kata Agus, selain tiga tersangka yang menggunakan jasa korban, ada delapan pelaku lainnya yang tidak lagi menetap di Lhoksukon (Aceh Utara) dan masih dilakukan pengejaran.


Agus mengatakan pengungkapan ini berhasil dilakukan setelah petugas melakukan hasil penyelidikan dimana dalam kasus tersebut NS sebagai korban ekploitasi. Kemudian, tim langsung memberi tahukan ibu kandung korban.


“Selama ini ibu korban NS hanya mengetahui anaknya bekerja disebuah cafĂ©. Karena merasa dibohongi anaknya, ibunya langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Aceh Utara. Selain itu, karena NS masih dibawah umur maka polisi hanya dianggap sebagai korban,”pungkasnya.


Informasi yang dihimpun wartawan, lokasi prostitusi itu berlangsung di sebuah WC/ Toilet bekas yang berada di Terminal Bus Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. 


Sumber:berita merdeka