Pemilu Bersih dan Peran Pemilih Pemula Pada Pemilu 2024


SENANDIKAMEDIA - ACEH TIMUR - Sahabat Bawaslu semua nya, kali ini saya mencoba memberikan informasi terkait pemilu Bersih dan peran pemilih pemula pada pemilu 2024.

Mengingat pemilu bersih merupakan cita-cita masyarakat Indonesia sehingga nantinya akan terpilih pemimpin yang benar-benar ideal dan mempunyai pola pikir untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia bukan malah memperkaya diri sendiri dan kelompok nya saja.


Nah bagaimana Pemilu Bersih itu sih ? Pemilu Bersih mengacu pada pemilu yang bersih dan adil di Indonesia. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan proses pemilu yang bebas dari kecurangan, manipulasi, dan korupsi.


Berikut beberapa aspek penting dalam Pemilu Bersih yang harus kita pahami bersama di antaranya:

Mandiri, dimana proses pemilu harus independen dan bebas dari pengaruh luar.

Jujur, dimana proses pemilu harus jujur dan transparan.

Adil, dimana proses pemilu harus adil dan setara bagi seluruh peserta.

Kepastian hukum, dimana proses pemilu harus didasarkan pada kepastian hukum.

Tertib, dimana proses pemilu harus tertib dan terorganisir.

Dan yang terakhir Terbuka, dimana proses pemilu harus terbuka dan dapat diakses oleh semua orang.


Untuk mewujudkan Pemilu Bersih, penting bagi penyelenggara pemilu, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), untuk memastikan bahwa semua persiapan teknis telah dilakukan untuk mencegah terjadinya Pemilu manipulasi dan korupsi.


Birokrasi juga harus tetap netral dan profesional, memberikan pelayanan publik tanpa bias dan tidak menjadi alat bagi peserta pemilu.

Terakhir, penting bagi masyarakat untuk bekerja sama mencegah praktik-praktik seperti politik uang, penyalahgunaan kekuasaan, hoax, ujaran kebencian, dan tindakan ilegal.


Begitulah pemahaman singkat untuk terlaksana nya pemilu bersih, nah apakah pemilih pemula punya peran penting di pemilu 2024 mendatang?

Pemilih pemula memainkan peran penting dalam pemilihan umum (pemilu) karena mereka merupakan kelompok pemilih yang besar dan dapat mempengaruhi hasil pemilu.


Berikut adalah beberapa pemilih pemula yang harus dipahami diantara nya :

Mencari informasi : Pemilik pemula harus mencari informasi tentang calon-calon yang akan dipilih, baik dari media sosial, kandidat debat, atau sumber informasi lainnya

Meningkatkan literasi politik : Pemilih pemula harus meningkatkan literasi politik mereka agar dapat memahami isu-isu politik dan memilih calon yang tepat


Mengawal pemilu : Pemilih pemula harus ikut aktif mengawal pemilu dengan mengedukasi orang sekitar tentang hoaks, disinformasi, dan mis informasi serta aktif terlibat melaporkan konten berbahaya dan mencegah penyebarannya

Menjadi pemilih yang rasional : Pemilih pemula harus menjadi pemilih yang rasional, mandiri, dan bertanggung jawab sehingga dapat terungkap nilai-nilai kejujuran dan demokrasi

Meningkatkan partisipasi : Pemilik pemula harus meningkatkan partisipasi mereka dalam pemilu dengan menggunakan hak suara mereka dan memilih calon yang tepat.


Pemilih pemula juga harus memperhatikan akun media sosial pelaksana dan peserta kampanye, iklan kampanye, dan konten berbahaya yang membawa ke tindakan kebencian

Pencerdasan literasi politik juga harus dialihkan melalui media sosial alih-alih hanya terfokus pada sistem Konvensional Penanganan pelanggaran pemilu di Indonesia melibatkan beberapa langkah dan pihak, yang dituangkan dalam daftar berikut:

Pelaporan : Setiap warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih, pengawas pemilu, dan peserta pemilu dapat melaporkan dugaan pelanggaran pemilu kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Badan Pengawas Pemilu Daerah (Panwaslu), atau Panitia Pengawas Tempat Pemungutan Suara (KPPS). )


Pada setiap tahap proses pemilu

Investigasi : Bawaslu, Panwaslu, dan KPPS bertanggung jawab untuk secara aktif memantau proses pemilu dan menyelidiki pelanggaran yang dilaporkan. Mereka juga dapat memulai penyelidikan sendiri jika mereka mencurigai adanya pelanggaran


Klasifikasi : Pelanggaran pemilu diklasifikasikan menjadi empat kategori: pelanggaran pemilu, sengketa proses pemilu, sengketa hasil pemilu, dan tindak pidana pemilu


Penyelesaian : Proses penyelesaian tergantung pada jenis pelanggaran. Pelanggaran pemilu dapat diselesaikan melalui mediasi, sedangkan sengketa pemilu dapat diselesaikan melalui Badan Penyelesaian Sengketa Pemilu (Bawaslu) atau Mahkamah Konstitusi. Tindak pidana pemilu ditangani oleh kepolisian


Secara keseluruhan, penanganan pelanggaran pemilu di Indonesia melibatkan upaya kolaboratif berbagai pihak untuk menjamin proses pemilu yang adil dan transparan.


*Reza Nuarif* (Alumni SKPP)